Luka, Cinta dan Insecurity: Tujuan untuk menjalin hubungan

Apa kamu pernah berpikir seperti apa  pasangan yang sebenernya kamu inginkan dan yang kamu butuhkan untuk kamu jadikan pilihan ???

Ataukah kalian bersama hanya untuk main-main bukan untuk tujuan menikah???

Jika iya, lalu apa sih tujuan kalian pacaran atau menjalin hubungan dengan pasangan kalian???

Bicara tentang hubungan, kalian harus tau dulu, apa sih alasan atau tujuan dari kalian memilih untuk menjalin suatu hubungan?

Apakah hanya untuk menjadi penyemangat?
Apakah hanya untuk menjadi motivasi biar rajin sekolah atau kerja?
Apakah hanya untuk biar ada yang menemani kamu chat?
Apakah biar ga ketinggalan zaman dan takut buat jomblo?
Apakah cuma ikutan karena yang lain pacaran???
Atau jadi korban sinetron agar bisa merasakan seperti yang ada di dalem adegan tersebut?
Apakah hanya untuk mendapatkan perhatian saja?
Atau tujuan lain yang  tertuju pada sex?
Atau bahkan untuk menikah???

Karena dari tujuan inilah kamu akan tau, sosok seperti apa yang ingin kamu jadikan pasangan, arah hubunganmu dan bahkan alasan apa kamu ingin mengakhiri hubunganmu.

Jika kamu belum tau, coba deh pikir lagi kenapa kamu mau pacaran.
Dan kamupun harus tau, kenapa sih pacarmu memilih kamu untuk dijadikan pasangan.

Memang sulit untuk mengetahui apakah lawan jenis serius mendekati atau hanya untuk main-main, bahkan hanya untuk menjadikan kita pilihan kesekian.

Tapi kamu bisa melihatnya dari cara ia mendekati, dan cara ia memperlakukanmu.
Yang harus kamu hindari adalah menaruh seluruh hatimu pada seseorang dan rela melakukan apapun untuk orang itu agar tidak terjebak dalam toxic relationship, pasangan yang memanfaatkanmu dan menimbulkan trauma untukmu selanjutnya.

Hindari pasangan yang menuntutmu atau memintamu terus menuruti semua keinginannya, apalagi jika berbentuk barang-barang kebutuhannya.
Itu bukanlah tugasmu dan bukan menjadi tanggung jawabmu, kecuali jika kamu sudah menikah.
Karena bisa jadi ia hanya memanfaatkanmu, jika ia menemukan yg lebih maka kamu akan dibuang olehnya.
Jika hanya sesekali dan itupun inisiatifmu untuk memberikannya hadiah itu bukanlah masalah, karena sesekali menyenangkan pasangan bukanlah hal yang merugikan dan bahkan sedikit hadiah dapat lebih merekatkan hubungan.

Kemudian, hindari pasangan yang melakukan hal-hal yang diluar batas wajar. Seperti menyentuh, memegang, meraba, melihat, mencium daerah yang hanya boleh kamu tunjukan dan berikan kepada suamimu nanti.
Mungkin terdengar kolot, tapi ini demi kebaikanmu agar tidak menyesal nantinya.
Jika ia sudah berani melakukan itu, apakah kamu tidak takut ia mencintaimu hanya untuk itu? Hanya untuk dapat melakukan itu denganmu? Apakah kamu tidak takut efek dan akibat yang akan kamu alami nanti?
Apa yang akan terjadi jika ia akan meninggalkanmu nanti padahal kamu sudah memeberikanmu yang ia inginkan?
Jangan karena alasan "kan ngelakuin ini sebagai bukti cinta".
Cinta tak membuatmu bodoh, kamu tetap bisa mengendalikan akalmu ketika kamu jatuh cinta.
Pasangan yang baik tidak akan mengotori, melecehkan dan membawa pasangannya pada hal buruk, bahkan sebaliknya ia akan menjagamu.
Jika ia berani, kamu bisa simpulkan sendiri kan seperti apa dia???
"Kalau aku ga kasih dia ngancem ninggalin aku".
Lihat lagi keatas, jika dia meninggalkanmu karena kamu tidak memberikan apa yang ia minta.
Maka sudah dipastika ia tidak tulus dan serius memilihmu sebagai pasangan, tapi hanya untuk tujuan dia saja.
"Kalau dia ga aku kasih, dia bakal begitu sama orang lain"
Apakah kamu berani jamin, jika kamu kasih dia ga akan begitu ke orang lain juga? Apa kamu yakin kamu akan berjodoh dengan dia? Apakah kamu yakin dia akan memilihmu nanti untuk dijadikan istrinya?

Ingat kata kata ini "sebrengsek-brengseknya lelaki pasti bakal memilih wanita yang baik untuk dijadikan istri"
Dari kata-kata ini kamu bisa milih, bertahan untuk mempertahankan mahkotamu agar ia berjuang untuk menikahimu atau kamu memberikannya sekarang dan akan ada kesempatan untuk ia memilih orang lain nanti??

"Emang semua yang ga perawan itu buruk ya?"
Tidak juga, tapi wanita baik akan menjaga kehormatannya dan kalaupun mereka sudah terlanjur melakukan, orang yang baik akan berhenti dan mulai memperbaiki dirinya.

"Emang yang masih perawan udah tentu baik?" Sebagian besar ya, karena mereka lebih mencintai diri mereka sendiri dibanding pria yang belum tentu mencintainya

"Dia pasti tanggung jawab ko" kamu yakin? Apa yang bisa menjamin???
Kamu pasti banyak menderlngar cerita diluar sana yang akhirnya ia ditinggalkan pasangannya karena hamil dengan alasan belum siap??? Berapa banyak orang bercerai masih muda karena mereka menikah karena sudah terlanjur hamil karena ga siap???
Jangan menjadi bagian dari mereka.

"Emang kalau aku belum pernah melakukan, aku bakal berjodoh dengan yang belum pernah melakukan juga?"
Tidak, yang pasti wanita yang baik adalah untuk pria yang baik pula.
Jika ia pernah melakukan kesalahan, pasti ia sudah berubah dan berusaha memperbaiki hidupnya.

Free sex lebih banyak resiko dibanding tidak melakukannya, jangan cari banyak alasan untuk terjun kesana. Karena kerugian lebih banyak dibandingan kenikmatannya, belum lagi penyakit menular seksual bisa mengintaimu, walaupun kamu baru melalukan sekali dengan pasanganmu, belum tentu ia baru sekali melakukan itu denganmu.
Bagaimanapun wanita lebih banyak mendapatkan kerugian dibanding pria.
Karena bagaimanapun wanita memiliki bekas dan lelaki tidak.

Jika kamu tidak tau alasan mengapa kamu ingin menjalin hubungan atau tujuannya hanya untuk senang-senang saja lebih baik ga usah pacaran. Toh di agamapun melarang kan?
Masih banyak hal yang lebih baik, lebih bermanfaat dibanding pacaran.
Toh kamu bisa melakukan hal menyenangkan dan menggembirakan bersama teman-temanmu.

Pilihan ada di tanganmu, aku menulis ini bukan karena aku sudah baik.
Tapi aku ingin mengingatkan, dan membawa kalian untuk keluar atau terbebas dari penyesalan yang akan kalian rasakan seumur hidup.

Jika ada pasangan yang mendekati kalian untuk menjalin "komitmen" apa harus langsung ditolak?
Jangan, jika ia sudah benar-benar berubah dan merupakan pasangan yang baik. Berikan ia kesempatan.
Karena semua orang punya masa lalu, dan semua orang berhak untuk masa depan.

-Qoms

Komentar