Luka, Cinta dan Insecurity : Bila kamu jatuh cinta
Aku memang bukan orang yang ahli dalam dunia percintaan, terkadang mengalami jatuh bangun pula dalam hal ini.
Tapi aku mau memberikan suatu kesan, pesan atau saran untuk kalian yang sedang mencoba membuka hati lagi atau bahkan membuka lembaran baru lagi.
Karena biasanya manusia pandai memberi nasihat, saran untuk orang lain tapi tidak untuk dirinya sendiri hehehe..
Pertama mulai dari mencintai diri sendiri dulu,
Loh kenapa? Karena ketika kamu sudah mencintai dirimu sendiri, menjadi dirimu sendiri, orang lain akan mencintai atau menyukai kamu sebagimana adanya kamu.
Dia menerima kurang dan lebihnya kamu, positif dan negatifnya kamu, masa lalu dan masa depannya kamu.
Dan dengan ini, kamu ga akan cape berpura-pura untuk jadi orang lain, memaksakan diri untuk menjadi yang dia inginkan.
Emang ga boleh ya berubah buat jadi yang dia mau?
Selama itu positif ga ada salahnya, tapi kamu harus pandai memilah dan memilih hal apa yang harus kamu ikuti, apa dampaknya untuk kamu kedepannya, apakah itu akan membantumu berubah kearah positif atau hanya membuatmu melakukan hal yang dapat merugikan dirimu. Yang penting adalah, jangan sampai kamu kehilangan dirimu sendiri agar bisa bersama orang lain.
Kenapa? Karena berarti dia tidak bisa menerimamu apa adanya, dan yang dia inginkan bukanlah kamu karena dia mencoba merubahmu menjadi sosok orang lain.
Kedua, cari tau semua tentang dia, bagaimana dia, bagaimana kepribadiannya, bagaimana lingkungannya, bagaimana ia bersikap dan berperilaku dengan orang lain, bagaimana saat ia ada masalah dan cara mengatasinya, bagaimana ia dengan keluarganya, bagaimana hubungan dia dengan penciptanya. Jangan hanya sekedar tertarik secara fisik, otak dan apa yang terlihat saja.
Karena yang akan kamu jadikan pasangan itu dirinya, bukan hanya penampilannya. Ini yang akan menentukanmu bisa bersama dengan dia atau ngga, bisa menerima dia atau ngga.
Jangan baru mencari tau saat kalian sudah berada dalam ikatan, karena ketika ada satu atau beberapa hal yang kalian tidak bisa menerimanya itu jadi penentu hubungan kalian, Lebih baik patah hati dan menyeleksi di awal daripada harus patah hati dan tersiksa di tengah jalan. Jangan sampai ada ka "terlanjur" karena aku tau ini bener bener ga enak dan nyiksa.
Ketiga, Sering seringlah ajak mengobrol. Karena komunikasi adalah kunci saat menjalin suatu hubungan. Kenapa?
Dengan mengobrol kamu tau seperti apa dia, apa yang dia suka atau tidak, obrolan seperti apa yang dia suka dan inginkan, bagaimana respon dia terhadapmu, bagaimana cara dia memandang sesuatu, bagaimana ia mengatasi masalahnya. Karena dari obrolan kamu akan tau, apakah kamu akan cocok dengannya atau tidak.
Keempat, cari seseorang yang memiliki visi dan cara pandang yang sama denganmu. Visi dan cara pandang yang kalian inginkan dimasa depan dalam hubungan, dalam menjadi orang tua, dalam menentukan kehidupan seperti apa yang kamu inginkan nanti.
Karena menurutku ini cukup penting dalam menjalin sebuah hubungan, apalagi jika kamu menginginkan hubungan yang lebih serius. Karena apa? Jika keinginan, cara pandang, cara berpikir kalian untuk kedepannya berbeda atau berlawanan arah, itu hanya akan menjadi masalah dikedepannya. Lebih baik mencari tau, menyatukan dan menyamakan visi agar kalian punya target, planning dan tujuan yang akan diperjuangkan bersama.
Karena akupun pernah berada dikondisi ini, dimana cara pandang, visi dan keinginan kami berbeda. Aku ingin ke barat dan ia ingin ke timur. Berbagai cara dicoba agar bisa bertemu ditengah tapi ternyata ga bisa dan akhirnya sia-sia. Maybe contohnya seperti ini :
Kamu punya rencana menikah, yang kamu inginkan adalah kamu dan pasanganmu sama-sama mulai menabung sedikit demi sedikit tidak perlu banyak. Sisihkan 100rb/bulan yang penting kalian punya tabungan untuk itu,
Tapi pasanganmu tidak ingin cara itu, ia ingin menikah ketika memang sudah memiliki semuanya.
Contoh kedua, kamu ingin menjadi wanita karir setelah menikah dan pasanganmu ingin kamu dirumah saja.
Contoh ketiga, kamu ingin merawat anakmu sendiri, sedangkan pasanganmu ingin dari kecil anakmu dititip ke yayasan seperti pondok pesantren.
Well ini hanya beberapa contoh, tapi bukan contoh pribadi hanya melihat dari gambaran umum beberapa orang dan sebenarnya masih banyak lagi contoh lainnya. Makanya menurutku menyatukam visi itu penting.
Kelima cari tau masa lalunya.
Ini akan menjadi penentu kamu bisa menerimanya atau tidak, akan lanjut atau tidak, jangan sampai kamu terlambat mengetahuinya. Tapi aku punya saran, semua orang punya masa lalu, semua orang punya kesempatan untuk berubah. Selama orang itu mau berubah dan sudah berubah pertimbangkanlah. Karena tiap orang berhak punya masa depan. Tapi jika ia mengulanginya lagi dan lagi, tinggalkan. Jangan menjadi bodoh atau kamu akan ikut terbawa.
Keenam, Cari dia yang mampu membawamu untuk jadi orang yang lebih baik, cari dia yang mau saling berkembang, mau saling belajar dan saling memperbaiki kekurangan bukanya membiarkan kekuranganmu, cari dia yang mau melangkah dan maju bersama. Bukan hanya dalam hubungan, tapi dalam cara berpikir, cara bersikap/personality, hubungan dengan Tuhan, dan persiapan ke masa depan.
Kamu tak bisa memilih dengan siapa kamu jatuh cinta, tapi kamu bisa memilih siapa yang akan kamu jadikan pasangan nantinya.
Tapi pastikan mereka memiliki perasaan yang sama dan belum punya pasangan ya. Karena yang terbaik adalah jatuh cinta berdua, berjuang berdua bukan sendiri atau bertiga.
-Qoms
Tapi aku mau memberikan suatu kesan, pesan atau saran untuk kalian yang sedang mencoba membuka hati lagi atau bahkan membuka lembaran baru lagi.
Karena biasanya manusia pandai memberi nasihat, saran untuk orang lain tapi tidak untuk dirinya sendiri hehehe..
Pertama mulai dari mencintai diri sendiri dulu,
Loh kenapa? Karena ketika kamu sudah mencintai dirimu sendiri, menjadi dirimu sendiri, orang lain akan mencintai atau menyukai kamu sebagimana adanya kamu.
Dia menerima kurang dan lebihnya kamu, positif dan negatifnya kamu, masa lalu dan masa depannya kamu.
Dan dengan ini, kamu ga akan cape berpura-pura untuk jadi orang lain, memaksakan diri untuk menjadi yang dia inginkan.
Emang ga boleh ya berubah buat jadi yang dia mau?
Selama itu positif ga ada salahnya, tapi kamu harus pandai memilah dan memilih hal apa yang harus kamu ikuti, apa dampaknya untuk kamu kedepannya, apakah itu akan membantumu berubah kearah positif atau hanya membuatmu melakukan hal yang dapat merugikan dirimu. Yang penting adalah, jangan sampai kamu kehilangan dirimu sendiri agar bisa bersama orang lain.
Kenapa? Karena berarti dia tidak bisa menerimamu apa adanya, dan yang dia inginkan bukanlah kamu karena dia mencoba merubahmu menjadi sosok orang lain.
Kedua, cari tau semua tentang dia, bagaimana dia, bagaimana kepribadiannya, bagaimana lingkungannya, bagaimana ia bersikap dan berperilaku dengan orang lain, bagaimana saat ia ada masalah dan cara mengatasinya, bagaimana ia dengan keluarganya, bagaimana hubungan dia dengan penciptanya. Jangan hanya sekedar tertarik secara fisik, otak dan apa yang terlihat saja.
Karena yang akan kamu jadikan pasangan itu dirinya, bukan hanya penampilannya. Ini yang akan menentukanmu bisa bersama dengan dia atau ngga, bisa menerima dia atau ngga.
Jangan baru mencari tau saat kalian sudah berada dalam ikatan, karena ketika ada satu atau beberapa hal yang kalian tidak bisa menerimanya itu jadi penentu hubungan kalian, Lebih baik patah hati dan menyeleksi di awal daripada harus patah hati dan tersiksa di tengah jalan. Jangan sampai ada ka "terlanjur" karena aku tau ini bener bener ga enak dan nyiksa.
Ketiga, Sering seringlah ajak mengobrol. Karena komunikasi adalah kunci saat menjalin suatu hubungan. Kenapa?
Dengan mengobrol kamu tau seperti apa dia, apa yang dia suka atau tidak, obrolan seperti apa yang dia suka dan inginkan, bagaimana respon dia terhadapmu, bagaimana cara dia memandang sesuatu, bagaimana ia mengatasi masalahnya. Karena dari obrolan kamu akan tau, apakah kamu akan cocok dengannya atau tidak.
Keempat, cari seseorang yang memiliki visi dan cara pandang yang sama denganmu. Visi dan cara pandang yang kalian inginkan dimasa depan dalam hubungan, dalam menjadi orang tua, dalam menentukan kehidupan seperti apa yang kamu inginkan nanti.
Karena menurutku ini cukup penting dalam menjalin sebuah hubungan, apalagi jika kamu menginginkan hubungan yang lebih serius. Karena apa? Jika keinginan, cara pandang, cara berpikir kalian untuk kedepannya berbeda atau berlawanan arah, itu hanya akan menjadi masalah dikedepannya. Lebih baik mencari tau, menyatukan dan menyamakan visi agar kalian punya target, planning dan tujuan yang akan diperjuangkan bersama.
Karena akupun pernah berada dikondisi ini, dimana cara pandang, visi dan keinginan kami berbeda. Aku ingin ke barat dan ia ingin ke timur. Berbagai cara dicoba agar bisa bertemu ditengah tapi ternyata ga bisa dan akhirnya sia-sia. Maybe contohnya seperti ini :
Kamu punya rencana menikah, yang kamu inginkan adalah kamu dan pasanganmu sama-sama mulai menabung sedikit demi sedikit tidak perlu banyak. Sisihkan 100rb/bulan yang penting kalian punya tabungan untuk itu,
Tapi pasanganmu tidak ingin cara itu, ia ingin menikah ketika memang sudah memiliki semuanya.
Contoh kedua, kamu ingin menjadi wanita karir setelah menikah dan pasanganmu ingin kamu dirumah saja.
Contoh ketiga, kamu ingin merawat anakmu sendiri, sedangkan pasanganmu ingin dari kecil anakmu dititip ke yayasan seperti pondok pesantren.
Well ini hanya beberapa contoh, tapi bukan contoh pribadi hanya melihat dari gambaran umum beberapa orang dan sebenarnya masih banyak lagi contoh lainnya. Makanya menurutku menyatukam visi itu penting.
Kelima cari tau masa lalunya.
Ini akan menjadi penentu kamu bisa menerimanya atau tidak, akan lanjut atau tidak, jangan sampai kamu terlambat mengetahuinya. Tapi aku punya saran, semua orang punya masa lalu, semua orang punya kesempatan untuk berubah. Selama orang itu mau berubah dan sudah berubah pertimbangkanlah. Karena tiap orang berhak punya masa depan. Tapi jika ia mengulanginya lagi dan lagi, tinggalkan. Jangan menjadi bodoh atau kamu akan ikut terbawa.
Keenam, Cari dia yang mampu membawamu untuk jadi orang yang lebih baik, cari dia yang mau saling berkembang, mau saling belajar dan saling memperbaiki kekurangan bukanya membiarkan kekuranganmu, cari dia yang mau melangkah dan maju bersama. Bukan hanya dalam hubungan, tapi dalam cara berpikir, cara bersikap/personality, hubungan dengan Tuhan, dan persiapan ke masa depan.
Kamu tak bisa memilih dengan siapa kamu jatuh cinta, tapi kamu bisa memilih siapa yang akan kamu jadikan pasangan nantinya.
Tapi pastikan mereka memiliki perasaan yang sama dan belum punya pasangan ya. Karena yang terbaik adalah jatuh cinta berdua, berjuang berdua bukan sendiri atau bertiga.
-Qoms
Komentar
Posting Komentar