Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Ketika kata merubah semuanya

Problem untuk sebagian orang. Bijak dalam menasehati dan pandai memberikan solusi dan saran untuk orang lain, tapi tidak untuk dirinya sendiri. Pandai memotivasi, pandai menyemangati tapi tidak untuk dirinya sendiri. Apakah ini salah? Jawabanku tidak, kenapa? Ketika kamu mencoba menguatkan, memberi solusi, memotivasi dan menasehati mungkin berguna untuk orang lain, meringankan sedikit beban atau kesedihan yang sedang orang lain rasakan, membuat seseorang terlepas dari keterpurukannya dan mau untuk bangkit. Terus apa untungnya untuk dirimu? Pernahkah kamu merasa, dengan  membuat kata-kata bebanmu sedikit demi sedikit ikut berkurang? Dan ketika itu berguna untuk orang lain timbul sedikit kebahagiaan untukmu. Setidaknya bukan toxic word yang keluar dari dirimu, yang mungkin bisa menyakiti atau membuat orang lain ikut terbawa. Walaupun kalimatmu tidak di dengar, walaupun kamu dianggap sok bijak, tapi teruslah berkata yang baik, teruslah membuat kalimat yang baik. Karena suat...

Luka, Cinta dan Insecurity : Bila kamu jatuh cinta

Aku memang bukan orang yang ahli dalam dunia percintaan, terkadang mengalami jatuh bangun pula dalam hal ini. Tapi aku mau memberikan suatu kesan, pesan atau saran untuk kalian yang sedang mencoba membuka hati lagi atau bahkan membuka lembaran baru lagi. Karena biasanya manusia pandai memberi nasihat, saran untuk orang lain tapi tidak untuk dirinya sendiri hehehe.. Pertama mulai dari mencintai diri sendiri dulu, Loh kenapa? Karena ketika kamu sudah mencintai dirimu sendiri, menjadi dirimu sendiri, orang lain akan mencintai atau menyukai kamu sebagimana adanya kamu. Dia menerima kurang dan lebihnya kamu, positif dan negatifnya kamu, masa lalu dan masa depannya kamu. Dan dengan ini, kamu ga akan cape berpura-pura untuk jadi orang lain, memaksakan diri untuk menjadi yang dia inginkan. Emang ga boleh ya berubah buat jadi yang dia mau? Selama itu positif ga ada salahnya, tapi kamu harus pandai memilah dan memilih hal apa yang harus kamu ikuti, apa dampaknya untuk kamu kedepannya,...

Luka, Cinta dan Insecurity : Jangan buka hati bila tak siap

Pernah ga kalian coba menerima kehadiran sesorang di hidup kalian hanya untuk menjadi pengganti dari yang sebelumnya? Hanya untuk biar ga jomblo, atau hanya untuk dijadikan bahan agar kalian bisa melupakan yang lalu dengan membuka lembar baru? Please jangan lakuin ini! Jangan pernah mencoba membuka dan membuat lembaran baru dengan orang baru yang disana masih ada kisah yang belum tuntas, kisah yang masih membekas, pastikan semua sudah bersih tanpa ada sisa atau bekas hapusan yang masih terlihat atau bahkan hanya kamu tutupi dengan lebel dan tipe-x. Karena jika kamu melakukan ini, kamu ga akan tau apakah kamu benar benar menyukai bahkan menyayanginya atau hanya untuk dijadikan pelarian saja. Apa kamu ga pusing menulis kisah diatas kertas yang masih terdapat tulisan? Bukankah tulisan di kertas itu bukannya hilang, dan membaik malah makin terlihat penuh, berantakan, dan sulit terbaca? Walaupun kisah yang lama tertutup tapi tulisan itu masih ada, masih membayangi, masih akan mengingat...

Luka, Cinta dan Insecurity : Merasa tak Pantas dan cara mengatasinya

Pernah ga sih kamu merasa ga pantas untuk sesorang? Atau bahkan ga pantas untuk siapapun? Pernah ga sih kamu merasa ga berharga atas dirimu sendiri? Pernah ga merasa luka yang teramat dalam? Luka yang membekas yang membuatmu takut untuk jatuh cinta lagi, takut untuk membuka hati lagi, takut untuk membuka lembaran baru bersama orang yang baru lagi? Takut kejadian buruk terulang lagi, takut gagal lagi, takut kecewa lagi, takut ditinggalkan lagi, takut orang baru tak lebih baik dari yang sebelumnya, takut orang lain tidak bisa menerimamu secara utuh bahkan takut jika orang lain tau kekurangan dan kelemahanmu maka ia akan meninggalkanmu. Well, maybe kedengerannya lebay. Tapi pernahkah kamu mengalami trauma yang berat dan dalam di masa lalumu? Apa sih penyebab trauma itu? Aku ga cuma ingin menuliskan luka, tapi aku ingin menuliskan pembalut luka bahkan obat untuk mengobati problem ini. Bukan hanya untuk diriku sendiri tapi untuk orang lain. Hal terburuk apa sih yang pernah kali...

Luka, Cinta dan Insecurity: Tujuan untuk menjalin hubungan

Apa kamu pernah berpikir seperti apa  pasangan yang sebenernya kamu inginkan dan yang kamu butuhkan untuk kamu jadikan pilihan ??? Ataukah kalian bersama hanya untuk main-main bukan untuk tujuan menikah??? Jika iya, lalu apa sih tujuan kalian pacaran atau menjalin hubungan dengan pasangan kalian??? Bicara tentang hubungan, kalian harus tau dulu, apa sih alasan atau tujuan dari kalian memilih untuk menjalin suatu hubungan? Apakah hanya untuk menjadi penyemangat? Apakah hanya untuk menjadi motivasi biar rajin sekolah atau kerja? Apakah hanya untuk biar ada yang menemani kamu chat? Apakah biar ga ketinggalan zaman dan takut buat jomblo? Apakah cuma ikutan karena yang lain pacaran??? Atau jadi korban sinetron agar bisa merasakan seperti yang ada di dalem adegan tersebut? Apakah hanya untuk mendapatkan perhatian saja? Atau tujuan lain yang  tertuju pada sex? Atau bahkan untuk menikah??? Karena dari tujuan inilah kamu akan tau, sosok seperti apa yang ingin kamu jad...

Luka, cinta dan insecurity : alasan kamu bertahan

Apa sih alasan yang membuatmu masih bertahan dalam hubungan yang sebenernya sudah tak lagi kamu inginkan? Dapatkah kamu membayangkan seperti apa hidupmu jika menjalani hidup bersama dengan dia yang kamu pilih untuk menemani kamu??? Jangan hanya bayangkan yang indahnya saja, yang senangnya saja. Memang sih tujuan menikah itu untuk bahagia. Tapi apakah kamu pernah berpikir, menikah bukan hanya sekedar hidup berdua, makan berdua, tidur berdua, kemana-mana berdua, melakukan apapun berdua, apapun ada yang menemani, kemanapun ada yang menemani. Tapi menikah untuk lebih dari sekedar itu. Tapi bayangkan, jika ada masalah seperti apa cara dia menyelesaikannya, apa yang dia lakukan, maukah di membantumu mengurus rumah? Mengurus anak?, bisakah kamu hidup bersama keluarganya juga? Bukankah nanti kamu akan menjadi bagian dari keluarganya juga? Seperti apa sih keluarganya? Sudahkah kamu mengenal keluarganya? Dan mampukah menerimamu sebaik keluargamu yang memaklumi sifat malasmu, yang apapun ...